instal win xp dari flashdisk


Kemaren siang sampai sore saya habiskan untuk menginstall windows disalah laptop sepupu yang lagi error. Gak tau kenapa gak bisa diperbaiki lagi sehingga harus di install ulang. Masalahnya laptop tersebut cd-romnya rusak, hanya ada dua cara yang bisa digunakan. Menggunakan external cd-rom  dan flash disk. Bagi saya yang kantongnya masih tipis tentu milih make flash disk, karena mudah diperoleh dan jelas harganya jauh lebih murah banding dengan external cd-rom.

Dan dengan perkembangan teknologi flash disk sekarang yang memiliki kapasitas semakin besar maka kita dengan mudah bisa menggunakan flash disk untuk menginstall windows. Penginstallan windows xp dari flash disk ini juga sangat berguna untuk menginstall windows xp di beberapa notebook yang memang tidak dilengkapi dengan cd-rom seperti seri mini notebook semacam Asus Eee pc, exio pico dan lain sebagainya.  Oya satu lagi penginstallan windows xp dari flash disk ini lebih cepat jika dibandingkan dengan install windows dari cd-rom.

Ada beberapa hal yang harus anda persiapkan, di antaranya;

  1. Flash disk, minimal 1 Gb
  2. Sofwere instalasi windows
  3. Usb_Prep8, download di sini
  4. Petousb, download di sini

Setelah download semua kebutuhan di atas, berikut langkah-langkahnya:

  1. Ekstrak Bootsect.exe, USB_prep8 dan PeToUSB.
  2. Copy-Paste PeToUSB.exe ke folder USB_prep8.
  3. Doble klik usb_prep8.cmd yang ada di dalam folder USB_prep8, nanti akan muncul command prompt.
  4. Jika sudah muncul tulisan “Press any key to continue,” tekan sembarang tombol untuk konfirmasi
  5. Di layar akan muncul jendela PEtoUSB yang meminta Anda memformat USB flash disk Anda. Tak perlu mengubah setting apa pun, langsung klik Start untuk mulai proses format. Jawab konfirmasi sesuai kebutuhan Anda
  6. Jika sudah selesai, tutup jendela PEtoUSB (jangan menutup jendela Command Prompt yang tadi terbuka ketika Anda menjalankan usb_prep8.bat), maka di layar akan muncul opsi-opsi dari 0 hingga 5
  7. Gunakan opsi 1 untuk memilih sumber file instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk. Disini, tentukan di drive mana Anda menyimpan instalasi Windows XP. Pilih saja optical drive di mana sudah ada CD Windows XP di dalamnya, atau pilih folder pilihan Anda jika Anda telah menyalin file instalasi Windows XP ke folder tertentu
  8. Tekan 2 lalu enter. Masukkan huruf yang belum terpakai untuk nama drive di komputer (biasanya c,d,e,f sudah terpakai) untuk virtual drive
  9. Pilih opsi 3 untuk menentukan di mana Anda mencolok flash disk. Kalau flash disk Anda berada di drive F:, maka ketik F dan tekan ENTER. Jika drive G: maka ketik G dan tekan ENTER, begitu seterusnya berlaku untuk drive lain
  10. Selanjutnya pilih opsi 4 untuk mulai proses pembuatan modul instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk secara otomatis. Jawab apa pun konfirmasi yang muncul dengan Y atau YES atau OK atau bentuk persetujuan lain

Proses selesai. USB sudah bisa dipakai untuk melakukan instalasi Windows XP. Jangan lupa setup boot manager di BIOS untuk boot dari USB. Terus ketika instalasi, pilih nomer text mode setup. Proses akan lanjut seperti instalasi XP biasa. Setelah selesai pilih pilihan untuk melanjutkan instalasi Windows XP. Jangan cabut usb sampai instalasi selesai. Setelah Windows selesai diinstal, cabut USB(safely removed).

Artikel lengkap bisa Anda download di sini

fungsi bios

FUNGSI MENU PADA BIOS

MENU SUB MENU FUNGSI
ADVANCED BIOS FEATURES Interupt Mode (PIC/PIC)
PIC = dapat melakukan interrupt sebanyak 16 interupt
APIC = 23 interupt
Untuk menghindari konflik resource pada saat sebagian besar slot PCIdipenuhi oleh periperhal
CPU Fast Strings Mempengaruhi kinerja cache L1 pada CPU. Ubah settimg menjadi Enabled
MPS Control for OS (1.1/1.4) Berfungsi jika menggunakan 2 processor atau lebih.
ADVANCED CHIPSET FEATURES
(Kemmpuan untuk melakukan tweaking untuk meningkatkan kinerja)
Compatible FPU OPCODE
(Enabled/Disabled)
Melakukan emulasi FPU yang dapat meningkatkan kinerja pada P-4 sehinggga memberikan kompatibilitas yang lebih besar. Seting Disable agar kinerja CPU tidak lambat dalam melakukan kalkulasi.
ATA 66/100 IDE Cable Msg (Enabled/Disabled) Pilih Enabled. Untuk memilih 40 pin (ATA 66) atau 80 pin (ATA 100) yang berfungsi untuk meningkatkan transfer data.
USB 2.0 HS Refer Voltage (Low/Medium/High/Max) Hanya tredapat pada board baru untuk meningkatkan kecepatan USB 2.0. pilih Maximum
Delay Prior to Thermal (4/8/16/32) Hanya ada di P-4. untuk menentukan lama prosessor berada pada modus lambat ketika terjadi overhead (panas berlebih)
Power Management Setup Mengatur penghematan energi
ACPI Suspend Type, S1 (POS) / S3 (STR) S1 = PC akan lebih cepat karena hanya Hdisk, CP dan monitor yang dimatikan.
S3 = semua perangkat dimatikan kecuali RAM. Untuk menghemat energi.
S3 lebih rumit dari S1, pilih S1. berlaku hanya pada Win2000 dst.
Frequency/Voltage Control Mendukung peningkatan kecepatan CPU dan RAM. Peningkatan tegangan listrik dapat membantu mengatasi komponen bermasalah akibat overclocking.
AGPCLK/CPUCLK Fitur dilengkai dengan “pembagi variable yang dapat mengatur frekuensi antara AGP dan PCI agar tidak bergantung pada FSB. Atur pilihan pada “Fix” agar frekuensi AGP dan PCI selalu tetap pada 33 atau 66 MHz.
Virus Warning (Enabled/Disabled) Untuk memproteksi virus sebelum booting yang menyerang boot sector. Fasilitas ini dapat menyebabkan kegagalan ada instalasi routin software. Lebih baik di Disable saja
CPU Level 1 Cache (Enable/Disable) Bermanfaat pada saat overclocking dalam mengidentifikasi penyebab kegagalan overclock. Pilih Enable jika melakukan overclock dan pilih Disable jika tidak melakukan overclock.
CPU level 2 Cache (Enable/Disable) Untuk mendeteksi penyebab kegagalan overclock. Pilih Disable agar CPU dapat di-overclock.
CPU L2 cache ECC Checking (Enable/Disable) Berfungsi untuk pengecekan ECC (Error Correcting Code) jika ada. Enable-kan fungsi ini untuk mendeteksi dan mengoreksi single-bit error data yang disimpan dalam L2 cache. Selain itu, dapat mendeteksi double-bit error tp tidak bisa mengoreksi. ECC bisa membuat system stabil dan reliable, khususnya jika di-overclock. Lebih baik pilih Enable.
Processor Number Feature (Enable/Disable) Hanya berlaku pada processor P-3. memungkinkan untuk mengecek apakah seri dari P-3 bisa dibaac dari program eksternal. Pilih Disable
Quick Power On Self Test (Enable/Disable) Meng-enable fitur ini dapat mempersingkat sejumlah tes dan melewati tes-tes yang lain pada saat booting. Sehingga booting menjadi lebih cepat. Lebih baik pilih Enable
Boot Sequence Menentukan urutan booting.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.